Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Senin, 11 Oktober 2010

Wah, Jadi Indomie Berbahaya, Ya!!

Screenshoot berita razia Indomie yang disiarkan PTS (Public television Service)/foto: Kompas.com

Hari ini saya agak kaget. Oleh ramai-ramai berita razia indomie di Taiwan. Semua mie instan indomie dilarang dijual. Ini bermula dari laporan sejumlah blogger yang menjadi TKI—yang kemudian dikutip situs-situs berita tahan air—ketika melihat tanyangan di tivi lokal Taiwan tentang berita penggrebekkan indomie. Katanya, ada bahan pengawet Indomie yang tak layak dikonsumsi karena tak baik untuk kesehatan.

Saya kaget bukan karena memikirkan produk indomie ke depannya akibat razia di Taiwan ini. Tapi memikirkan kondisi saya yang akhir-akhir ini sering makan indomie. Apalagi saya punya kebiasaan makan indomie tanpa direbus dahulu. Keseringan makan indomie akhir-akhir ini karena saya malas dan jarang masak. Karena cepat dan instan penyajiannya, enak rasanya, apalagi murah harganya, indomie memang jadi alternatif untuk pengisi perut yang lapar.

Tapi tunggu dulu, saya jadi pikir-pikir lagi untuk makan indomie. Di sini saya hendak menyimpulkan kenapa indomie dilarang di Taiwan. Saya merangkumnya dari berita-berita yang saya baca hari ini. Istilah-istilah yang terdapat dalam kandungan bahan pembuatan indomie, meskipun saya tidak memahaminya, mudah-mudahan menambah perbendaharaan pengetahuan saya tentang makanan yang layak dan tidak untuk dikonsumsi.

Mengutip Kompas.com (11/10), pemerintah Taiwan melarang indomie dikonsumsi karena memiliki dua bahan pengawet yang tidak lolos dalam klasifikasi barang impor. Menurut tes yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Taiwan, dua bahan pengawet itu, yaitu bahan pengawet hydroxy methyl benzoate pada minyak dan bahan pengawet benzoic acid pada bumbunya.

Masih menurut Kompas.com, kepala administrasi bagian medicine food Wang Shu Fen menyatakan, hydroxy methyl benzoate biasanya dipakai untuk bahan kosmetik. Taiwan sendiri melarang memakai bahan pengawet ini di dalam makanan. Adapun benzoic acid dipakai untuk bahan pengawet makanan, tetapi dilarang dipakai di mi instan. Bahan pengawet ini jika dikonsumsi berkepanjangan akan merusak kinerja liver, sakit maag, muntah, dan keracunan asidosis metabolik.

Tentang hydroxy methyl benzoate yang adalah zat yang digunakan untuk mengawetkan berbagai produk termasuk makanan, kosmetik dan obat, ternyata dibenarkan oleh POM (Pengawas Obat dan Makanan). Menurut keterangan Kepala Badan POM, Kustantinah, penggunaan Nipagin sebagai bahan pengawet telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No 722 /Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan pangan.

"Salah satu bahan tambahan yang diatur adalah nipagin (methyl p-hydroxybenzoate) yang berfungsi sebagai pengawet dengan batas maksimum penggunaan. Pengawet memang dibolehkan untuk kosmetik dan obat. Untuk makanan seperti mie instan, asalkan tidak melebihkan kadar maksimum yang ditentukan Badan POM, yakni 250 mg per kg," ungkap Kustantinah kepada Kompas.com, Senin (11/10/2010).

Sementara dalam laporan lainnya dijelaskan tentang bahan pengawet Nipagin atau methyl p-hydroxybenzoate. Zat pengawet ini terdapat pada kecap yang disertakan dalam kemasan mie instan khususnya jenis mie goreng. "Zat pengawet nipagin digunakan dalam kecap mie instan buatan Indofood. Tapi kalau sausnya menggunaan pengawet lain yaitu asam benzoat. Tentunya, kandungan pengawet dalam Indomie sudah memenuhi syarat aman yang ditentukan. Bahkan, kandungannya jauh sekali di bawah ambang batas yang dapat diterima tubuh untuk konsumsi sehari-hari atau ADI (Acceptable Daily Intake)," ungkap Roy Sparingga, Deputi Keamanan Makanan Badan POM, kepada Kompas.com.

Demikian berita mengenai bahan pengawet indomie yang saya kutip dari Kompas.com. Saya menyimaknya dan merasa agak miris. Jadi, indomie selama ini yang saya konsumsi ternyata mengadung bahan-bahan itu? Tapi kok saya enjoy aja, ya? Wah, mulai sekarang saya harus mengurangi makan indomie, nih.

Ramai-ramai kabar kurang baiknya mengkonsumsi mie instan indomie memang terdengar sudah lama. Saya sendiri sebetulnya was-was jika keseringan makan indomie. Apalagi sudah sejak kecil saya penggemar berat makan instan ini. Mungkin sampai sekarang saya belum merasakan dampak negatif dari indomie itu, meskipun kadang badan terasa lemas juga, dan terasa mbleneg karena banyaknya kandungan MSG dalam bumbunya.

Yang saya khawatirkan adalah masa tua nanti jika asupan makanan yang saya konsumsi saat ini tak cukup mengandung gizi. Jadi, mulai sekarang, saya harus cari-cari info cara memasak indomie, penyajiannya, dan dosis pengkonsumsiannya yang tepat. Ini perlu saya lakukan karena sampai saat ini saya tak bisa lepas dari indomie karena kondisi saya saat ini yang ternyata amat mendukung untuk makan indomie.

Kattamea, 11 Oktober 2010/06.19 PM
Seharian belum makan, sedang lapar berat, malas masak, makan indomie aja, ah....hehe
logoblog

1 komentar: