Ah, bikin panik saja. Untung yang terbakar cuma selimut usang yang sudah jadi lap. Mula-mula yang terbakar adalah sampah lalu memakan bak sampah yang terbuat dari plastik. Saya menduga adanya api karena gara-gara putung rokok. Mungkin rokok yang dibuang apinya masih nyala, kemudian dibuang begitu saja di sampah. Ah, rokok, selain tidak menyehatkan, ternyata bisa memakan korban yang tak terduga. Seperti kebakaran pada jumat sore ini (15/10).
Tapi alhamdulillah, api yang menyala tidak besar. Untung dengan sigap bisa diatasi. Ini antara lain berkat teriakan tetangga kala melihat api berkobar. Untungnya rumah ini tidak kosong, dan kebakaran tidak terjadi di malam hari yang sepi. Yang terbakar masih barang kami, belum merembet dan melapah barang tetangga.
Pada saat kebakaran, beberapa tetangga datang kemari. Membantu memadamkan api. Untungnya lagi, saat mereka ke sini, api sudah mengecil. Saya lantas mengambil kain yang terbakar itu lalu saya masukkan ke dalam kamar mandi lalu kumasukkan ke bak air. Begitu juga tempat sampah yang terbakar, langsung kuangkut ke kamar mandi lalu kusiram air. Saya takut jika para tetangga datang, api semakin membesar, maka kami akan kena omel, dan bisa-bisa dilaporkan polisi!! Hii, ngerii!!
Puji syukur kepada Allah, karena kami terhindar dari kebakaran. Saya tidak bisa membayangkan jika sebagian rumah ini terbakar. Urusannya bisa panjang. Dan bisa jadi membikin tuan rumah marah, dan ujung-ujungnya kami bisa saja didenda atau disuruh memperbaiki yang rusak terbakar dengan uang sendiri.
Peristiwa ini tidak juga membuat saya kepikiran. Yang jelas, setelah kejadian ini, saya masih bisa tenang memanfaatkan waktu. Sore tadi sehabis urusan beres, saya lantas menghapal Qur`an. Ada perasaan senang karena waktu luang sore tadi saya pergunakan untuk aktivitas yang bermanfaat.
Kattamea, 15 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar