Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Kamis, 07 Oktober 2010

Menghapal Qur`an

Mulai sekarang aku kerja keras menghapal qur`an. Bukan perkara mudah memang. Apalagi gejolak pikiran yang acap mengganggu. Tapi dengan tekad kuat, bismillah, semoga sampai awal bulan depan aku sanggup melancarkan hapalan qur`an sebanyak empat juz.

Ya, mau tak mau aku kudu hapal lagi. Aku mau membuka lembaran hidup baru. Meski berat, aku harus kuat dan berupaya seopotimal mungkin bisa menghapalnya. Ya, menghapal empat juz sebagai syarat ujian masuk tamhidi Al-Azhar. Itu yang harus aku lakukan, mulai sekarang, jika hidupku tidak sia-sia kembali.

Kali ini aku cuma mengulang saja. Empat juz sudah aku hapalkan sejak tingkat satu dan dua kala masih s1 di Al Azhar. Aku ada metode sendiri untuk menghapal dan mengingat-ingatnya. Intinya, bagaimana empat juz itu aku bisa hapalkan segera mungkin. Ada sih rasa berat. Tapi kalau aku tidak sekarang melakukannya, gusti, betapa bodohnya aku. Karena setahun ini aku jadi pengangguran. Masak, hidupku begini-begini terus.

Nah, semoga ini menjadi lembaran baru hidupku. Semoga ujian nanti, pada pertengahan november, aku lulus. Sehingga satu persoalan terlampaui dan ke depan aku mudah menyusun kembali rencanaku yang sempat terbengkalai. Hidup yang kualami sekarang amatlah susah. Idealisme yang mulai kubangun sejak tiga tahun terakhir ambruk begitu saja. Apalagi kini diperparah oleh pengangguran, sungguh amat nelangsa.

Mulai dari nol. Ya, itulah kondisiku saat ini. Semua akibat dari konsekuensi pilihan hidup. Hanya menghapal qur`an empat juz, kemudian lulus ujian tulis tamhidi al-azhar, semoga membuka jendela baru masa depan, dan mengubur masa silam dalam-dalam.

Kattamea, 7 Oktober 2010
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar