Sesungguhnya, ada yang aku sesali sampai saat ini. Memahami dan meneladani Kanjeng Nabi lewat sejumlah buku karya penulis besar. Selama ini aku mengerti kanjeng Nabi lewat pendidikan yang kuperoleh saat kecil dan mendengar dari ceramah-ceramah agama, tanpa mendalami sumber asli dari kitab-kitab klasik maupun buku-buku yang ditulis ulama sekarang.Padahal, setelah kuperhatikan, sumber-sumber tulisan tentang Kanjeng Nabi, terutama buku-buku bahasa Indonesia, banyak yang mengambil referensi dari sini. Kebanyakan dari buku-buku berbahasa Arab. Ya iyalah, kan, orang Arab dahulu yang langsung berinteraksi dengan sejarah keislaman. Jadi, sumber ilmu yang orisinil datang dari orang Arab, yang tentu saja menulis dengan bahasa Arab. Tengok saja misalnya Sirah Ibnu Hisyam, yang sering dijadikan rujukan sirah Nabi, kemudian Maghazi karya al-Maqrizi, dll.
Selain itu, jika mau mendalami tentang Kanjeng Nabi, kita bisa langsung membaca karya besar Imam Bukhari dan Imam Muslim. Kedua ulama ini mengarang hadis-hadis sahih, yang kemudian disyarahi oleh ulama yang tak kalah termasyur kapasitas keilmuannya dan kealimannya. Maka, kita bisa membaca syarah hadits sahih Imam Bukhari karya Ibnu Hajar al Asqalani, dan syarah hadits sahih Imam Muslim karya Imam Nawawi. Dan banyak lagi buku-buku bahasa Arab yang merangkum sejarah perjuangan Nabi, baik yang klasik maupun yang kontemporer, karya ulama-ulama besar.
Kenapa aku tiba-tiba ingin menulis tentang buku-buku sirah Muhammad saw.?
Sebagai seorang muslim, aku merasa malu sendiri. Sampai sejauh ini aku belum menggali sampai sejauh mana pemahamanku tentang Kanjeng Nabi. Aku ingin banyak membaca buku yang menuliskan kisah-kisah perjuangan Nabi. Memang pengamalan amal yang diajarkan oleh kanjeng Nabi amat penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, aku ingin pendalaman lagi sosok Rasulullah yang selama ini belum aku ketahui. Dengan begitu aku berharap bisa meneladani dan menambah cintaku kepada manusia mulia itu.
Kanjeng Rasul adalah panutan dan suri tauladan bagi umat Islam. Banyak kisah-kisah inspiratif yang perlu kita tiru dalam kehidupan kita. Jika kita tidak membaca, lantas bagaimana kita tahu dan paham tentang sejarah kehidupan dan perjuangan Rasul. Apalagi kita sebagai umatnya. Bagaimana kita meneladaninya, jika kita sendiri selama ini tak memahami dengan detail ajaran yang dibawa Rasul? Apakah kita cuma menunggu ceramah-ceramah agama tanpa usaha kita sendiri untuk menggalinya? Atau hal-hal tersebut kita anggap usang padahal di dalamnya tersembunyi mutiara yang berharga?
Sekali lagi, buku-buku tentang kanjeng Rasul amatlah penting. Aku sendiri sudah mulai membaca tentang sirah Nabi. Aku memulainya dengan membaca Muhammad Rasul al-Hurriyah, karya Abdurrahman as-Syarqawi, seorang sejarahwan dan novelis terkenal Mesir. Di Mesir, karya fenomenal tentang sirah Nabi adalah karya-karya yang ditulis Adib besar. Karya mereka mendapat sambutan luar biasa. Sang Adib itu adalah Thaha Husain, Muhammad Husain Haekal, Taufik al-Hakim, Abbas Mahmud al-Aqqad, dan Abdurrahman asy-Syarqawi.
Bagaimanapun sirah Nabi amatlah penting. Jika ingin mencari tauladan dan sumber inspirasi kehidupan, tirulah Kanjeng Nabi. Begitu di antara pesan tokoh-tokoh penting Islam. Maka selain membaca, upaya yang perlu aku lakukan mulai sekarang adalah mengkoleksi buku-buku tentang Kanjeng Nabi. Aku ingin lebih dekat dengan sosok Rasulullah, melalu bacaan sejumlah buku, hingga cintaku kepada beliau semakin bertambah. Semoga bisa!!
Kattamea, 7 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar