.jpg)
SEBENARNYA banyak sekali yang ingin kutulis. Rasanya sayang jika sia-sia di pikiran tanpa menuliskannya. Berhubung internet mati, terus laptop kutinggalkan di rumah temen, ya, untuk sementara waktu aku mandeg nulis. Padahal janjinya tiap hari menulis. Nulis apa saja--meskipun yang kutulis banyak yang tak penting--lalu kuposting di blog ini.
Itu yang kesatu. Tentang alasan kenapa hari-hari ini blogku tampak tak terurus. Sejak internet mati, memang hidup serba tidak mengenakkan. Susah aku cari hiburan. Hidup dalam kesepian, hiburan amatlah penting. Sepenting air dan udara bagi kehidupan manusia. Karena itu, bermula dari internet yang tak syaghal, pikiranku selalu didera pusing.
Ya pusing. Benar-benar tidak mengenakkan. Mau ngapain rasanya tak nyaman. Hari ini semua itu aku rasakan. Betapa pusing membuatku ingin marah melulu. Susah berkonsentrasi. Ketika aku sedang nganggur, lalu ada hasrat membaca, namun karena pusing itu tadi, malah kondisi demikian justru menambah pusing saja. Apalagi saat itu bacaan yang kupilih adalah novel Zuqaq Al-Midaq karya Naguib Mahfouz, yang menurutku, amat susah bahasanya. Jadi menambah pusing saja.
Apakah pusing ini pengaruh dari mataku yang minusnya bertambah? Dulu, saat pertama kali ingin pakek kacamata adalah karena sering pusing, terutama saat senja. Lalu aku periksakan mataku, eh, ternyata cukup besar minusnya. Karena itu, ketika pengelihatan mataku semakin kabur, lalu ditambah pusing, aku khawatir minus mataku bertambah. Apakah ini karena aku malas pakek kacamata? Entalah. Yang jelas adalah aku pusing sekali hari ini.
Pusing ini tak boleh terus menjalari pikiranku. Mudah-mudahan segera enyah. Aku khawatir pusing ini menambah kepusinganku yang hingga kini tiada reda. Pusing tak boleh membunuh aktivitasku. Karena akhir-akhir ini banyak sekali yang ingin kutulis. Jika pusing terus, sungguh sebuah bencana. Maka benar-benar pusing kalau aku tidak segera melenyapkan semua kepusingan ini.
Kattamea, 2 Oktober 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar