Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Sabtu, 11 September 2010

Lebaran di Perantauan

Mendengarkan khutbah ied (foto: Nur Alamsyah)

sekedar ingin berbagi foto. tentang situasi sehabis shalat ied tadi pagi. tidak ada yang spesial barangkali, karena kondisi tadi jauh beda dengan suasana salat ied di kampung halaman indonesia. namun dengan foto-foto ini, setidaknya telah merekam momen salat ied di sebuah perkampungan nun jauh dari kampung halaman tercinta.


yah, memang tiada bulan ramadhan dan lebaran yang semarak melebihi situasi yang ada indonesia. jika malam lebaran di indonesia ada takbir keliling dan takbir semalam suntuk di masjid-masjid, di mesir, jangankan takbir keliling, takbiran di malam lebaran saja tak ada. sunyi, dan bagi orang yang hidup kesepian seperti aku, kondisi malam lebaran ini bagai hidup di perkuburan saja. ini lantaran aku membayangkan betapa jauhnya kondisi malam lebaran di tanah air dengan kondisi di kampungku saat ini.

memang, tradisi kita jauh berbeda dari yang ada di sini. bagi orang mesir, lebaran tak obahnya dengan hari-hari biasa. silaturahmi saling memaafkan sih ada. tapi ya gitu, tak ada tradisi bertamu atau berkunjung dari rumah ke rumah seperti di kampungku, untuk meminta maaf dan memaafkan.

paling-paling, waktu orang mesir salaman, ya, setelah salat ied. itupun tak semua jamaah melakukannya. hanya kepada orang yang dikenal, atau orang yang kebetulan berada di sampingnya, sambil ngucap, "kullu sanah wa antum thayyibun". lalu setelah itu disambung silaturrahmi ke sanak saudara yang jauh. dan, tak ada keakraban antar warga kampung, bahkan sesama penghuni flat pun suasana kekeluargaan sama sekali tak ada.

itu situasi yang aku rasakan di kampung perantauanku. ini jadinya yang bikin aku kangen pada situasi lebaran di kampung. bayangkan, sudah tujuh kali lebaran di tanah rantau. ah, salah sendiri, ngapain dulu milih lama-lama tinggal di mesir. sudah ah, tak usah aku teruskan untuk yang ini....

kembali kepada situasi sehabis shalat ied tadi. di kampung perantauanku, kattamea, salat ied diadakan di prapatan, antara distrik game' dan nashr. meskipun ada masjid di distrik game', distrikku, aku lebih pilih salat ied yang diadakan di prapatan tersebut. rasa-rasanya ada suasana kebersamaan gitu, kayak salat ied di indonesia. di sana selain dipenuhi jamaah pria, banyak pula jamaah wanita dan anak-anak, sehingga terkadang tatapanku menyelidik kalau-kalau ada cewek mesir yang bening dan bahenol. hehe..

demikian kurang lebih gambaran kondisi lebaran di kampung perantauanku. taqabbalahhu minna wa minkum..mohon maaf lahir batin. semoga di hari yang fitri ini dosa kita diampuni oleh allah. amin..

kattamea, 11 september 2010
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar