
Seperti Kho Ping Ho yang melekatkan sifat "ringkas dan sederhana" tiap kali bercerita tentang seorang pendekar silat yang sakti dan budiman, seperti itulah tampilan yang kuinginkan pada blog ini. Sebuah blog personal yang sederhana, ringkas, tanpa neko-neko, sedap dipandang, berisi tulisan yang bermutu dan bermanfaat....
Sudah berapa kali aku mengganti template blog ini. Tak terhitung. Bahkan aku kadang capek sendiri. Mengedit, merefresh, menata ulang, tampak jelek, ganti template lagi, jelek lagi setelah dilihat-lihat, lalu cari template lagi, cari lagi, dan lagi..Sering bertanya-tanya, kenapa aku tidak memiliki keajegan selera. Selalu ingin gonta-ganti, bosan dengan pilihan sendiri, setelah melihat ada blog milik orang lain yang bagus tampilannya.
Pertanyaan itu lantas bercabang hingga kemana-mana. Apakah aku sosok yang mudah bosan, lalu kenapa tahu mudah bosan kok lama-lama di Mesir, sedang aku sendiri tahu kondisinya kayak apa di sini, terutama pengaruhnya bagi psikisku? Apakah kebosanan ini mudah menggoyahkan kepribadian yang berkarakter, ketika yang bosan itu perlu didalami dan diasah, karena akan sangat menentukan di masa mendatang?
Lantas dari kebosanan itu tumbuh keputusasaan. Ini yang kadang menjengkelkan. Sudah capek-capek membangun idealisme, lah, hanya karena jenuh belum juga memetik hasil yang maksimal, tiba-tiba cepat merasa bosan, bahkan mencari-cari kesalahan yang tak jelas. Bukankan seharusnya usaha itu selalu dilakukan secara istiqamah, ketika dalam ikhtiar itu ada manfaat yang bakal dipetik, suatu saat? Ini yang aku belum bisa.
Ironisnya, lagi-lagi karena bosan, kadang aku merasa bosan sendiri dengan keadaanku yang sekarang ini. Kadang-kadang jika jengkel dengan keadaan sekarang, aku membayangkan diriku menjadi sosok yang lain. Mungkin berkhayal adalah salah satu cara untuk mengusir kebosananku itu.
Kadang, kali waktu aku membayangkan menjadi petani dengan sosok yang lugu dan sederhana, dan di waktu sengganggnya ia membaca kitab-kitab karya ulama besar, para pemikir terkenal, atau mendalami novel Naguib Mahfouz, dan rajin menulis dengan renungan yang dalam.
Kadang aku membayangkan menjadi ulama yang intelektual sekelas Abdul Halim Mahmud. Tidak hanya alim tapi juga intelektual dengan karya-karya besar. Maka dari itu, kadang aku pingin sekali sekolah sampai doktor di Al Azhar. Karena aku yakin di Al Azharlah yang sesungguhnya bisa menjamin terbentuknya karakter seseorang menjadi alim dan intelektual.
Kadang aku membayangkan diriku seorang guru yang mahir bahasa Arab dan Inggris. Aku ingin mendidik anak-anak dengan dua bahasa ini sejak dini. Mendidik mereka dengan sungguh-sungguh, dengan segenap ilmu yang kupunya, apalagi dengan cuma-cuma. Bahkan aku sering bermimpi mampu membangun yayasan sendiri. Aku ingin mencetak mereka menjadi pribadi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
Kadang aku membayangkan diriku sudah menjadi suami dari wanita cantik yang salehah. Menjadi seorang bapak dari anak-anak. Setiap saat selalu bercumbu, bergurau, curhat di atas ranjang sebelum tidur, bahkan aku sering membayangkan istriku seorang penulis, ya minimal suka menulis lah, kemudian mendiskusikan tentang tulisan, dan menjadi motivasiku untuk jadi penulis. Bayangan ini sesungguhnya yang kerap muncul tiap kali aku dalam kesendirian yang sunyi dan membosankan.
Kadang aku membayangkan diriku seorang penulis besar, bahkan kadang ingin menjadi sastrawan besar sekelas Naguib Mahfouz. Nah, untuk menjadi penulis ini membuatku tiap saat selalu berkhayal, berkhayal dan berkhayal. Mungkin dengan mimpi lewat khayalan ini suatu saat bisa aku bisa mewujudkannya.
Nah, itulah cara yang kerap kulakukan untuk mengusir kebosanan. Kebosanan memang manusiawi. Yang penting adalah bagaimana mengatasi kebosanan itu agar tidak menjadi keputusasaan. Keputusasaan adalah kebodohan. Karena orang mudah putus asa adalah orang yang berkarakter lemah. Maka, cara untuk mengatasi kebosanan yang berujung keputusasaan adalah dengan bermimpi. Namun bermimpi tak cukup, harus dipertegas dengan semangat dan kerja keras. Yang terakhir inilah modal penting untuk mewujudkan mimpi.
Blog ini adalah salah satu cara untuk mewujudkan mimpi itu (terutama mengasah tulisan). Karena itu, aku perlu mempercantik tampilannya. Dan tampilan yang ringkas dan sederhana adalah yang aku suka. Selain juga untuk mengusir rasa bosan dan gonta-ganti template, tentu saja.
Katamea, 18 September 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar