Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Sabtu, 11 September 2010

Halal bi Halal Bersama Ikamaru


ikamaru kali ini tampil beda. bukan karena kegiatan sarat intelektual yang bikin wah. kali ini ajang silaturahmi bersama antar anggota. pada lebaran di hari pertama. mengambil griya jateng sebagai tempatnya.

ya, halal bi halal. sebuah tradisi keakraban yang sering kita jumpai di indonesia. keakraban itu terjalin mesra sebab masing-masing dengan kerendahan hati saling memaafkan. di hari lebaran ini semua berhak merayakan kemenangan. menang melawan hawa nafsu, demi meraih pahala dan ridha allah, setelah puasa sebulah penuh. dan, saling memaafkan demi meraih kesucian lahir dan batin adalah puncak dari kemenangan tersebut.

sebagai organisasi yang kental dengan aroma kekeluargaan, ikamaru senantiasa mengadakan acara halal bi halal setiap lebaran. acara ini, selain memperkuat tali silaturrahmi, juga menjadi ajang pelampiasan kangen-kangenan dengan suasana di indonesia. untuk itu, hidangan pun dibuat sedemikian rupa hingga kita seolah-olah sedang lebaran di indonesia. bagi mahasiswa yang tinggal lama di sini, upaya tersebut dirasa perlu untuk mengobati rasa kangen yang kadang tak tertanggungkan.

acara yang bertepatan pada hari jumat ini dimulai pada pukul sepuluh pagi. tepatnya, sesudah menghadiri acara halal bi halal di masjid as-salam, hay asyir, yang diadakan oleh kbri mesir. untuk menunggu jeda sebelum jum'atan, acara diisi khataman qur'an dan tahlil. sayang, aku tak bisa mengikuti acara tersebut. aku lebih memilih tidur, sebab semalam aku belum tidur, di samping rencanaku yang berangkat dari kattamea sesudah salat jumat.

setiba di griya, aku langsung disuguhi oleh ceramah om tedi. hanya tujuh menit terakhir ceramahnya yang aku simak. aku tidak bisa menangkap secara keseluruhan isi dari pembicaraannya. tapi intinya bisa aku tebak. yang kusuka dari om tedi ini adalah gaya retorikanya. sudah seperti ustad-ustad di tivi. om tedi, menurutku, sudah memiliki modal cukup sebagai penceramah atau da'i yang handal. tinggal mengasah retorikannya dan mematangkan materi dakwahnya.

lalu dilanjutkan ceramah dari tamu undangan. kang huda, oleh panitia, dipilihnya. secara mendadak pula, itu katanya. meski demikian, materi yang disampaikannya juga bagus.

kang huda bercerita tentang tradisi lebaran, tentang halal bi halal, yang katanya tidak ditemukan dalam kosa kata arab. doktor azhar pun tak mengenal kata halal bi halal, beber kang huda yang kini sedang merampungkan tesis s2-nya dalam bidang ushul fiqh, universitas al-azhar.

aku tak tak tahu apa kang huda sudah menanyakannya atau hanya nebak. tapi, secara keseluruhan isi ceramahnya bagus, banyak unsur edukasinya dan hikmahnya. ia sangat berpengalaman menyampaikan materi dakwah.

itu beberapa inti acara halal bi halal kemarin. selain makan di penghujung acara, tentu saja. seperti kataku tadi, dimana acara ini menyesuaikan situasi lebaran di indonesia, maka menu yang dipilih adalah lontong. lontong ini untuk mengganti ketupat karena bahan membuat ketupat yaitu pandan dan janur tak ada di sini.

untuk melengkapi lontong, menu lainnya adalah soto ayam plus tempe dan krupuk. bagi yang hidup di indonesia, menu ini biasa-biasa saja. tapi bagi kami, yang hidup di mesir, menu ini sangatlah istimewa, apalagi saat makan bersama-sama. tapi aku tak menikmati menu hidangan kemarin. terbuki, ayamnya tak kumakan, hanya tempe dan krupuk. mungkin karena sebelumnya aku sudah makan indomie, banyak minum dan belum terbiasa makan banyak sehabis puasa.

lalu acara ditutup dengan doa, salaman, kemudian foto bersama. acara halal bi halal kali ini sungguh fantastis. terima kasih untuk panita, yang telah repot-repot masak, dan menyiapkan semuanya, bahkan kabarnya mengurangi jatah tidur mereka selama dua hari. semoga allah membalas jerih payahmu, bersamaan dengan hari kemenangan yang kita rayakan bersama. amin.

kattamea, 11 september 2010
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar