Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Jumat, 24 September 2010

Buku Pertama (yang Tak Jadi)

Ruang kerjaku dan perpustakaan kecilku. Seharusnya dengan tumpukan buku itu aku bisa menghasilkan karya tulis.

Nulis buku. Siapa yang tak kepingin! Saya kira semua setuju jika berkarya lewat buku adalah impian. Menulis buku adalah cita-cita besar saya. Ini saya buktikan selama ini dengan pengorbanan saya lewat menerjemah buku-buku berbahasa arab, sebagai langkah awal untuk serius menerjuni dunia tulis-menulis.

Saya tidak perlu bercerita lebih jauh tentang karya dalam bentuk buku. Sudah banyak cerita tentang buku yang ditulis yang mungkin teman-teman sudah mafhum. Terutama sejumlah cerita positif meyangkut si penulis. Yang jelas, banyak sekali manfaatnya.

Nah, oleh karena cita-cita menulis buku itu, kali ini saya senang jika saya bersama seorang kawan senior mendapat tawaran menulis buku. Inginya, buku yang ditulis adalah tentang ibadah haji dan umrah. Kesempatan ini jelas tak ingin saya sia-siakan. Karena tawaran itu saya anggap sebagai pemantik semangat saya untuk rajin membaca dan menulis. Artinya, dengan tawaran itu, menulis buku yang merupakan cita-cita saya, mudah-mudahan bisa terlaksana.

Apalagi tema buku yang ditulis tentang haji dan umrah yang tak asing bagi saya. Terkhusus umrah, saya pernah menerjemahkan buku tentang ibadah ini. Sementara haji saya sudah menjalaninya dua kali. Ini artinya, menulis tentang haji dan umrah, seharusnya tidak menyulitkan saya.

Memang, sebagai penulis pemula kadang rasa kurang percaya diri menghantui. Ya, merasa takut jelek lah, kurang berkualitas lah, kurang menjual lah. Namun saya harus membuang rasa itu. Sudah saatnya saya membuktikan kalau saya juga bisa menulis buku. Karena saya merasa jika bahasa tulisan saya tak kalah dengan tulisan-tulisan di buku. Sebab saya sudah membuktikannya melalui dunia terjemah sejak 2006 dimana buku-buku terjemahan saya sudah terbit. Ini artinya, modal tulisan saya sudah bisa diterima, dan karena itu saya percaya jika saya pasti bisa menulis buku!!

Nah, oleh karena modal tulis-menulis saya rasa sudah cukup, sekarang yang jadi persoalaan adalah materi atau bahan-bahan penulisan buku. Kelemahan saya hingga sekarang adalah masih rendahnya minat baca saya. Entah kenapa saya malasnya kok menjadi-jadi begini. Kadang saya sudah menemukan ide untuk merancang sebuah buku, namun ya itu lagi-lagi saya malas untuk membaca dan mencari referensi lain. Karena itulah mudah-mudahan dengan proyek membuat buku kecil-kecilan ini bisa memacu saya untuk giat membaca lagi.

Namun pembuatan buku kali ini saya tak bisa berharap banyak. Karena menurut cerita teman senior saya, buku ini rencananya diterbitkan untuk jamaah travel haji dan umrah. Jadi, buku tersebut diterbitkan untuk kalangan sendiri, begitu kira-kira. Namun juga tergantung kualitas buku yang ditulis, bila bagus dan menjual, kata teman saya, bisa jadi diterbitkan di Indonesia. Sementara feenya, inginnya teman senior saya ini model sekali jual tanpa perlu royalti.

Sejujurnya, saya ingin buku yang saya tulis nanti benar-benar bergizi. Saya ndak ingin buku pertama saya tidak menjual. Saya inginya buku pertama memberi kesan yang berarti bagi diri saya hingga membuat saya kecanduan untuk menulis buku lagi. Pendeknya, buku pertama ini saya harapkan bisa menjadi pelecut saya untuk rajin berkarya.

Hal ini penting karena saya merasa umur saya sudah sepantasnya untuk menghasilkan karya buku. Saya iri bila saya melihat usia teman-teman sebaya saya, apalagi orang lain yang usianya lebih muda dari saya, sudah menghasilkan karya buku. Namun demikian, tak ada kata terlambat bagi saya. Lebih-lebih jika saya sudah merasa berkorban banyak tenaga dan pikiran, terutama berkorban waktu dimana maksud hati lama-lama di Mesir ialah karena dilecut keinginan menulis barang satu atau dua buku sebelum pulang.

Sebelum ini saya berhasrat untuk rajin menulis di blog. Saya ingin menekuni dunia blogger semata-mata ikhlas ingin berbagi informasi dan pengetahuan. Bagus kan niat saya! Tapi melihat kondisi keuangan saya yang pas-pasan, juga keinginan berkarya lebih serius lagi, maka saya lebih memilih nulis buku saja. Karena saya khawatir bila nulis di blog, terkadang kesan tulisan saya asal-asalan dan kurang menjual.

Namun demikian saya akan berusaha untuk tetap menulis di blog. Karena menulis di blog keuntungannya adalah saya bisa mengasah dan meyajikan tulisan saya dengan cepat dan pembacanya pun lumayan banyak terutama ketika saya ngeblog di kompasiana daripada di blog pribadi saya. Selain itu, mudah-mudahan dengan ngeblog bisa menciptakan relasi dan pertemanan dengan orang banyak.

Jadi intinya, saya bersyukur jika kali ini ada tawaran menulis buku. Selain untuk menyambung hidup saya, saya ingin jadi orang yang berguna yang antara lain melalui karya buku. Saya akan sangat bersyukur jika luang, kesehatan, dan akal budi saya akhirnya bisa mewujudkan pilihan hidup saya. Membuat buku, saya pasti bisa!!

Kattamea, 29 April 2010

*tulisan ini adalah penyemangat ketika aku mendapat tawaran bikin buku, tapi dengan berbagai pertimbangan akhirnya urung dilanjutkan..
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar