Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Senin, 22 November 2010

Hari Ini, Hari Ini

Jika hidup terus begini, taruhan, aku bakal mundur jauh kebelakang. Jika kejembaran hati dan pikiran tidak lagi kutemukan, hidupku adalah kematian. Maka dengan ini aku tak heran jika langkah hidupku sudah tak memberi arti lagi baik bagi diri, apalagi orang lain.

Berkali-kali begini. Seringkali kutulis seperti ini. Dan aku seolah-olah tak tahu daya upaya lagi yang musti kutempuh. Jenuh, bosan. Di tempat ini aku sudah kehilangan kebahagian. Mencari nafkah sekedar memenuhi kebutuhan hidup, apalagi belajar, tak kutemukan keceriaan yang mewarnai hati saat melakukan semua itu. Ada tekanan yang menekan pikiran hingga hidup bagai dalam penjara.

Semua karena pilihan. Konsekuensi telah kuterima. Dan kini aku tahu akibatnya. Setelah ini aku tak tahu masa depanku bagaimana. Meraba-raba pun kadang miris aku dibuatnya.

Hari ini..hari ini. Mungkin ini yang bisa kumengerti bahwa waktu sekarang, saat ini, adalah yang bernilai yang kumiliki. Masa sekarang, waktu yang kumiliki di hari ini pada setiap harinya, benar-benar menyadarkanku bahwa yang penting pun yang aku memilikinya telah aku lupakan. Masa depan memang misterius. Dan, kebodohan manusia adalah dirinya yang seakan-akan mengerti tentang masa depan. Apalagi kerjaanya hanya menengok masa lalu.

Aku tahu aku telah gagal. Saat ini hidupku sangat membosankan. Ya, hari ini..hari ini. Itu yang musti aku perbuat dengan mengisinya dengan pekerjaan yang bermanfaat. Tentu, aku tak ingin terjerumus untuk yang kedua kalinya. Entah kapan semua ini berakhir. Aku hanya ingin bebas dan lepas dari duniaku sekarang. Dunia yang hadir karena pilihan sendiri, tapi pilihan ini pun akhirnya tak lagi memberikan kenyamanan.

Kattamea, 22 Nopember 2010
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar