Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Selasa, 10 Agustus 2010

Apa yang Hendak Kutulis?

apa yang hendak aku tulis. padahal, aku ingin menjadi penulis. tak tau apa yang hendak ditulis, lah kok ngaku-ngaku pingin jadi penulis. kalau mau jadi penulis ya nulis. menulis karena ingin jadi penulis ya dengan menulis itu sendiri. menulis perlu latihan dan kebiasaan. dan, menulis secara kontinu adalah latihan tepat untuk menguasai kepenulisan itu sendiri.

lalu apa yang hendak aku tulis. sedang mikir tentang apa yang hendak aku tulis saja aku kebingungan. menulis itu bukan perkara gampang, kata kebanyakan orang. jika menulis tidak mudah, lantas apa solusinya? apakah aku, yang turut mengamini sulitnya menulis, membiarkan yang sulit itu tetap sulit. apakah yang sulit itu akan terus menjadi bagian hidupku--termasuk imbas buruk dari pilihan hidupku sekarang--tanpa hasrat ingin lepas dan mengakhirinya?

sekali lagi, apa yang hendak aku tulis? dan menulis pun jadi penting karena seringkali mengusik justru ketika aku sendiri tak tahu apa yang seharusnya aku tulis. karena ketidaktahuanku tentang apa yang kutulis maka aku perlu menulis untuk tahu dan mengerti. dan karena untuk mengerti, menulis pun menjadi penting untuk ditekuni.

tapi apa yang hendak aku tulis? jika permulaan saja sulit menentukan, bagaimana langkah selanjutnya? lantas kenapa sulit, toh aku sendiri cukup lama menekuni dunia terjemah. sebuah profesi yang membuatku menjadi penerjemah sekaligus editor. tentu saja, profesiku dulu itu seharusnya cukup membantuku merangkai kata per kata hingga menjadi tulisan yang enak dibaca.

jadi, apa yang aku anggap sulit ketika menulis? apakah justru karena sulit itu aku hendak menghindar lalu pilih yang enak-enak? tapi mengapa musti menghindar, toh yang sulit itu tak selamanya sulit karena suatu saat dari yang sulit itu aku akan menemukan kepuasan dari jerih payahnya melewati yang sulit itu?

jadi, apa yang hendak aku tulis? maka jawabanya adalah ketika aku menulis. dan saat menulis itu aku akan mengerti apa yang sedang aku tulis. setidaknya, ketika aku menulis, sebelumnya, aku butuh perencanaan matang lewat membaca. ya, membaca. dari rangkaian tulisan itu, dan ketika bingung hendak menulis, membaca dan merenung adalah langkah penting sebelum mengawali menulis. membaca, sekali lagi, adalah modal utama untuk menjadi penulis handal. di samping menulis itu sendiri, tentu saja.

jadi, kenapa aku bingung hendak menulis apa?

kattamea, 10 Augutst 2010
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar