pagi ini, mengiringi kali pertama puasa ramadhan, hatiku riang. aku tidak sedang mendapat rezeki. atau, secara tiba-tiba aku menemukan seorang kekasih, lalu aku jadian, lantas menjalin kasih seperti kisah-kisah romantis yang sering aku dengar. tidak, bukan itu.pagi ini, ketika hawa sejuk menerobos kamarku, menyisakan kegembiraan yang luar biasa bagiku. kegembiraan yang seterusnya aku berharap selalu menyapaku. sejak tadi malam, sehabis tarawih, aku merasa bahagia karena aku benar-benar bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. jarang-jarang aku bisa begitu. sejak kedodoran karena ulahku sendiri, aku sulit memanfaatkan waktu. bukan karena sekedar kesulitan mengatur waktu, tapi pikiran yang kadang susah berkonsentrasi itulah yang memicu ketidakkonsistenanku.
dan, tadi malam, entah kenapa pikiranku bisa berkonsentrasi penuh hingga waktu fajar, bahkan pagi ini. aku menganggapnya anugerah, karena ketika pikiranku normal, segalanya ikut normal. normal disini jangan diartikan jika tidak normal berarti aku gila. normal disini adalah saat pikiranku riang dan konsen ketika aku sedang belajar. ya belajar. malam tadi aku serius belajar bahasa inggris.
meskipun sebelumnya berkali-kali aku belajar bahasa inggris, tetap saja aku susah mencerna dari apa yang sedang aku pelajari. bahkan, terkadang membosankan. tapi malam tadi, entah kenapa hasratku menggebu-gebu untuk belajar bahasa inggris. sederhana saja, aku ingin pandai dan menguasai bahasa inggris. aku ingin memperkaya bahan bacaan lewat bahasa inggris, di samping bahasa arab tentu saja. apalagi, di zaman sekarang, bahasa inggris sudah menjadi kebutuhan. menderasnya arus informasi terutama media online yang mewartakan dunia luar di sana yang kebanyakan bahasa inggris menjadi salah satu alasan agar aku segera mahir berbahasa inggris.
namun, apa yang melatarbelakangi itu semua kok tiba-tiba aku semangat belajar bahasa inggris. baiklah, kukatakan terus terang saja. ini bermula dari ketertarikanku dari serial postingan di sebuah blog yang ditulis oleh seorang wanita cantik tentang tips belajar bahasa inggris yang diberi judul "bagi-bagi bahasa". aku tertarik bukan semata dia cantik, melainkan karena gigih dan ikhlasnya berbagi. apalagi, jika kuperhatikan, ia benar-benar menguasai bahasa inggris. jadi, apa salahnya jika aku semangat seraya membayangkan dia sedang membimbingku belajar bahasa inggris.
karena alasan berbagi itulah yang membuatku tertarik mengikuti postingannya sekaligus kujadikan materi belajar bahasa inggris secara otodidak. terus terang, ia sangat menarik. bahkan saat aku menyaksikan videonya yang menjelaskan kiat-kiat mudah belajar bahasa inggris, malah pikiranku melayang entah ke mana. yang dominan di pikiranku saat itu adalah penilaian tentang dia. alangkah mulianya dia. ternyata kecantikan itu semakin cantik dan anggun saja ketika kutahu lewat "bagi-bagi bahasa" ada ketulusan niat untuk berbagi. tentu, ini semacam teguran buatku, kenapa aku belum bisa seperti dia, yang rela berbagi, sementara aku sudah cukup menguasai bahasa arab. bukankan berbagi itu tidak mengurangi, malah justru menambah?
ah, mungkin tidak untuk sekarang. biarlah aku konsen dulu pada bahasa inggris. biarlah pikiranku normal dulu sehingga konsen belajar. ingin segera kusudahi pikiran ini dengan memperkaya diri lewat asupan ilmu di setiap waktu. biarlah yang dibagikan oleh wanita cantik itu menambah motivasiku belajar. aku hanya membayangkan jika kehadirannya adalah perantara agar aku segera menguasai bahasa inggris, setelah kian lama cuma berandai-andai untuk segera mahir, sekaligus mengajariku tentang makna berbagi.
aku bersyukur berkenalan lewat tulisannya. ia telah menjadi seseorang yang amat bernilai, dan nilai yang dimilikinya itu semakin berharga ketika ia rela membagikannya kepada orang lain agar turut merasakan dan menyukurinya.[]
kattamea, 11 august 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar