Ketika awal tahun 2008 saya benar-benar merasakan nikmat itu. Kala itu, sebelum barangnya saya dapatkan, hampir tiap saat saya selalu menghitung jumlah uang agar bisa membelinya. Berangan-angan sendiri, tiap kali melihat teman mampu membelinya. Juga misalnya ketika saya diajak oleh seorang teman jalan-jalan di mall komputer untuk survei laptop yang akan dibeli. Maka, kembali angan-angan saya melambung untuk segera mendapatkan barang itu.
Dan, dari angan-angan itu akhirnya terwujud. Pada akhir Januari 2008, saya mampu membeli laptop. Mungkin mereknya biasa saja. Waktu itu model terbaru merek-merek ternama dengan layar 14 inci harga paling murah sekitar 9 jutaan. Tentu, ini sangat mahal. Maka kupilih merek LG. Selain murah, modelnya juga bagus. Dan sampai sekarang laptop LG ini masih awet. Kecuali batrei sama keyboardnya yang rusak. Untuk batrei memang saya kurang tau cara merawatnya. Tiap hari saya colokkan kabel listrik sehingga akhirnya membuat batrei kembung dan rusak karena muatan listrik yang over. Adapun keyboard rusak gara-gara seorang temen yang menyemprotkan mutahan air ke arah laptopku yang kebetulan laptop sedang menyala. Seketika itu, keyboard langsung mati. Sendainya laptop dalam keadaan mati, mungkin masih bisa diselamatkan.
Yaah..itulah kenangan tentang laptop yang lama. Kala itu, laptop ini ingin kubeli lantaran saya sedang sibuk-sibuknya menerjemahkan buku. Jadi saya butuh laptop untuk kenyamanan menulis. Juga, laptop ini saya harapkan memacu semangat saya untuk lebih giat dalam menerjemah. Kalau dihitung-hitung, uang hasil terjemah sebenarnya sudah melunasi harga laptop itu. Tapi karena sejumlah kebutuhan hidup ya tidak terasa kalau uang hasil terjemah itu sudah terbayar oleh uang yang saya keluarkan untuk membeli laptop LG.
Beralih dari laptop lama, kini saya mampu membeli yang baru. Jenis notebook. Saya membelinya dengan maksud ingin benar-benar mengisi waktu luang dengan menulis. Atau, dengan notebook baru ini saya ingin lebih semangat dan giat lagi dalam menulis. Kalau dulu LG kubeli dengan harapan kutemukan kenyamaan saat menerjemah buku, maka dengan notebook baru ini aku berharap menemukan kenyamaan dalam menulis buku.
Jadi, mulai sekarang saya harus semangat menulis. Itu saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar