Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Minggu, 26 Mei 2013

Ali bin Abi Thalib

Orang-orang mengakuinya jika sepupu Rasulullah ini punya andil besar dalam sejarah perkembangan Islam. Mempunyai sifat-sifat luhur, hingga suatu ketika Muawiyyah bin Abi Sufyan menangis tatkala mendengar penuturan tentang dirinya, yang diceritakan oleh Dirar Damrah bin Al-Kinani, pembantu dekat Ali bin Abi Thalib,

“Dia orang yang memiliki kemauan dan tekad yang kuat. Dia selalu memberikan penilaian yang adil, dan sumber ilmu pengetahuan. Pidatonya penuh dengan kebijakan. Dia membenci kesenangan dunia ini dan menyukai kegelapan malam untuk menangis di hadapan Allah.

“Pakaiannya sangat sederhana dan suka makanan apa adanya. Dia hidup layaknya orang biasa, dan ketika ada orang bertanya kepadanya, dia menjawab dengan penuh kesopanan. Kapan pun kami memintanya untuk menunggu kami yang tertinggal, dia pun menunggu layaknya orang biasa. Meskipun dia sangat dekat dengan kami karena ketinggian moralnya, terkadang kami segan dengan kemuliaan dan keagungannya karena kedekatannya kepada Allah.

“Dia selalu menghormati orang shaleh dan kaum terpelajar. Dia sangat dekat dengan orang miskin. Dia tidak pernah membiarkan orang berkuasa memanfaatkan kekuasaannya. Orang lemah tidak pernah kecewa dengan keadilannya. Aku bersaksi bahwa dalam banyak pertempuran, dia akan senantiasa bangun di malam hari sembari memegangi jenggotnya dan mulai mencucurkan air mata dan menangis di hadapan Allah, seolah-olah berada dalam keadaan huru-hara seraya berseru,

‘Wahai dunia! Jangan coba mengkhianatiku. Aku telah lama meninggalkanmu. Tidak memiliki keinginan apa pun bagiku. Aku membencimu. Umurmu pendek, tetapi akhiratmu masih panjang, dan jalannya penuh dengan bahaya.”

logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar