Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Minggu, 07 April 2013

Cuma Ingin Makan Bersama dan Didoakan

Apa arti di hari jadiku ini? Saya tak ingin muluk-muluk. Saya hanya ingin berbagi. Makan bersama. Syukur-syukur ada yang berkenan mendoakan saya.

Saya harus bersyukur. Atas segenap rezeki yang diberikan Allah. Hari ini saya bisa berbagi. Meski kadar yang saya berikan tak seberapa.

Pun dalam usia segini, saya masih menghirup kenikmatan. Saya selalu sehat, ngajar, membantu Pak Yai, menemani anak-anak.... Saya rasa di awal usia kepala tiga ini saya tidak ada masalah dengan materi dan kesehatan.

Dan saya merasa masih muda. Di pikiran saya, saya selalu membayangkan kalau saya masih muda. Saya tidak pernah membayangkan kalau saya tua. Kata Ihsan Abdul Quddus, novelis Mesir, usia tidak ditentukan dengan angka, tapi perasaanlah yang menentukan seberapa usia Anda. Ya, saat ini saya merasa masih muda. Itu saja.

Tapi apa arti usia muda kalau tidak produktif. Lagi-lagi pertanyaan ini membuatku sering berpikir. Saya punya cita-cita: menulis buku. Apa arti hidup ini kalau tidak berkarya?

Banyak orang pintar, tapi selama mereka tidak menulis, menurutku, mereka tidak ada apa-apanya dan eman sekali dengan kepintarannya yang sia-sia. Maka saya tidak ingin seperti itu. Saya ingin menulis karena saya merasa saya bisa. Dan saat menulis, terutama dalam kesunyiaan sendiri, saya menemukan kenikmatan tiada tara. Maka menulis dan kesunyian, itulah situasi yang bisa membahagiakanku.

Tapi, ya sudah..sekarang saya tinggal istiqamah membaca dan menulis saja. Saya tak perlu lagi membahas terus dalam catatan seperti ini. Kiranya di usia sekarang ini saya tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan berupa kesehatan.  Intinya, saya harus memaksakan diri untuk menulis sembari membayangkan usia saya yang semakin bertambah. Karena kalau bertambah, jika tidak segera digunakan untuk berkarya, agaknya hidupku akan sia-sia belaka.

Itu salah satunya urgensi merayakan hari jadiku. Dan berbagi, ya berbagi, itulah tradisi yang ingin saya lestarikan. Saya ingin memberikan sesuatu kepada orang lain. Dalam berbagi, saya juga menemukan kebahagiaan.

Dulu, ketika masih di Kairo, sehabis bayaran terjemah buku, saya selalu mengadakan acara makan-makan bersama. Mengundang teman-teman. Saya yang jadi kokinya. Saya mengadakan acara ini karena saya ingin acara kumpul-kumpul. Bergurau, ngobrolin apa saja, guna menghilangkan rasa penat dan kebosanan hidup. Karena itu, saya harus berbagi.

Ya, itu keinginan di hari jadiku kemarin: berkaya dan berbagi. Kalau ada yang sudi mendoakan saya, saya akan berterimakasih kepadanya.

Lebo, 7 April 2013   

logoblog

2 komentar:

  1. Selamat hari jadi Kak Nur..
    Gmn kabarnya kk skeluarga? Semoga senantiasa sehat slalu. Btw baru tau Kak Nur dah punya anak, hehee. :) dah umur brp anaknya kak?

    Oh ya kak, blogku hijrah ke: www.restyani.com

    Kapan-kapan kalau ada waktu, sila mampir kak.

    -Dyah_Kompasiana-

    BalasHapus
  2. Makasih diah, sudah mampir dan komentar.. kabar alhamdulillah baik, saya belum menikah hehe. ya, saya sudah lihat blognya, bagus..:)

    BalasHapus