Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Minggu, 21 Oktober 2012

Ibunda Imam Ahmad


Ada kisah menarik yang patut kita renungkan bersama. Kehadiran ibu sangatlah berarti dalam kehidupan sang anak. Sungguh jasa seorang ibu amatlah ternilai harganya.

Coba kita simak penuturan Imam Ahmad yang bercerita tentang ibunya. Bagi Sang Imam ibunya adalah sosok yang benar-benar berjasa bagi perkembangan dirinya. Tak lama setelah kematian sang ayah, sang ibulah yang mendorong dan mendidik dia hingga jadi ulama ternama.

“Ibundaku,” cerita Imam Ahmad, “Sesungguhnya yang telah menuntun diriku hingga aku hapal Al-Qur`an ketika masih berusia sepuluh tahun. Dia selalu membangunkan aku jauh lebih awal sebelum waktu salat shubuh tiba, memanaskan air untukku karena cuaca di Baghdad sangat dingin, lalu memakaikanku baju dan kami pun menunaikan salat semampu kami.”

“Usai menunaikan salat malam, ibuku pergi ke masjid dengan mengenakan hijab untuk menunaikan salat subuh bersamaku. Ini aku lakukan sejak masih berumur sepuluh tahun. Sejak pagi hingga tengah hari, aku terus diajari ilmu pengetahuan oleh ibuku.

“Ibuku berpesan kepadaku, ‘Anakku, pergilah untuk menuntut ilmu Hadits karena hal itu adalah salah satu bentuk hijrah di jalan Allah!’”

“Ibuku mengemas seluruh keperluan barang bawaanku dalam perjalanan, kemudian berkata, ‘Sesungguhnya Allah jika dititipi sesuatu, Dia akan selalu menjaga titipan tersebut. Jadi, aku titipkan dirimu kepada Allah yang tidak akan membiarkan titipannya terlantar begitu saja.’”

Sungguh pesan yang sungguh bijak dari seorang ibunda yang mulia. Sejak itulah, Imam Ahmad pergi dari sisi sang ibunda tercinta menuntut ilmu menuju kota Madinah, Makkah dan Shan’a`. Akhirnya, beliau kembali dengan menyandang gelar Sang Imam. Imam Ahmad menjadi salah satu ulama terkemuka yang memberikan berbagai pengetahuan yang diperlukan umat Islam.

Alangkah baiknya jika kita dapat mencontoh dan meniti jalan kehidupan seperti mereka! Semoga Allah berkenan menjadikan kita sebagai orang yang berkumpul dengan orang-orang shaleh di surga sebagai tempat kembali di sisi Dzat Raja Diraja lagi Maha Perkasa.
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar