Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Senin, 14 Mei 2012

Pendidikan Dasar Menurut Mahfouz

Pendidikan apa yang musti saya tanamkan pada anak usia dini secara bertahap?

Bagi saya, pertanyaan ini penting. Saya perlu memikirkan pendidikan anak saya kelak. Beragam pendidikan: dari perkara yang terkecil, tentang tanggung jawab, kemandirian, sampai kepemimpinan yang harus dipahami sedetail mungkin.

Dalam suatu kolomnya di harian Ahram, Naguib Mahfouz memberikan gambaran tentang pendidikan yang diberikan sejak usia dini. Saya baca kolom yang tersiar pada April 1986 itu dan menyimpulkan bahwa pendidikan adalah pilar atau pondasi penting buat masa depan anak. Beragam pendidikan tidak hanya mandeg pada usia dini tapi terus berlanjut hingga usia dewasa.

Menurut Mahfouz, pilar pertama pendidikan adalah agama. Seorang anak harus memahami rukun-rukun Islam dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-sehari. Pendidikan agama terus dipupuk sehingga terpatri dalam pikiran dan laku si anak. Mahfouz mengibaratkan agama yang dipahami anak sejak usia dini adalah sebuah konstruksi bangunan rumah.

Kemudian, bangunan rumah itu diperkokoh oleh sejumlah pilar lain, yaitu peradaban, kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Mahfouz menguraikan lagi pilar-pilar itu dalam wujud pendidikan bermufakat dalam musyawarah, cara menghormati manusia beserta kebebasannya, persamaan hak asasi manusia tanpa memandang ras dan warna kulit, toleransi beragama, manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi, pentingnya ilmu pengetahuan, tata cara beribadah yang benar, urgensi akal....

Keseluruhan pilar ini menjadi tema pendidikan yang terus-menerus ditanamkan dari masa ke masa mengikuti pertumbuhan anak. Dan landasan pilar-pilar itu diperkuat lagi dengan dalil-dalil yang bersumber dari Quran - Hadis dan sejarah.

Mahfouz menegaskan perlu adanya batu loncatan untuk menilai kualitas pendidikan dan karakter anak melalui beragam laku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Jika anak adalah salah satu siswa sekolah, nilai-nilai yang tercermin dari pendidikannya bisa dilihat melalui interaksinya dengan siswa lain, guru, sekolah, dan materi pelajaran yang telah diterimanya.

Secara keseluruhan, Mahfouz menghimbau bagaimana pendidikan yang mengakar pada diri anak sehingga ucapan, perilaku, pemikiran sesuai dengan ketentuan agama. Hal ini untuk menepis segala perilaku negatif yang tidak sesuai dengan spirit agama, seperti sikap malas, berbuat zalim, merendahkan orang lain, korupsi...

Bagi Mahfouz, pendidikan agama bukan sekedar menjaga, memperdengarkan, menguraikan, tetapi sebuah usaha yang jujur untuk mengembalikan perilaku individu berdasarkan asas-asas yang luhur sehingga menjaga keseimbangan jiwa, akal dan etika bagi kehidupannya di dunia dan akhirat.

logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar