Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Rabu, 23 Mei 2012

Khalilullah

Suatu ketika Nabiyullah Ibrahim as. pernah ditanya, “Apa yang membuat Anda sampai dijuluki Khalilullah, Sang Kekasih Allah?”

Menjadi kekasih Allah sudah tentu bukan sembarang orang. Tapi Nabi Ibrahim bisa melakukannya dan mendapat tempat istimewa di sisi Allah. Lalu apa amalannya?

Nabi Ibrahim as. menjawab, “Ada tiga hal yang membuatku menjadi kekasih Allah. Pertama, aku selalu mendahulukan perintah Allah daripada lainnya. Kedua, aku tidak pernah ragu atau khawatir terhadap ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh Allah. Ketiga, ketika aku hendak makan, aku selalu mencari-cari orang yang ingin kuajak makan bersama.”

Inilah jawaban Nabi Ibrahim. Betapa mulia amalannya. Dan betapa besar perhatiannya pada setiap perintah Allah untuk diterjemahkan dalam setiap ayunan langkah hidupnya. Dan betapa pedulinya beliau pada manusia untuk selalu berbagi.

Barangkali poin ketiga inilah yang diterjemahkan Nabi Ibrahim dalam doanya ketika menjejakkan kakinya di tanah haram. Bahwa sesudah mendoakan agar anak cucunya mendirikan shalat, Nabi Ibrahim berharap Allah menjadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka anak cucunya.

Maksud poin terakhir dalam doa Nabi Ibrahim yang terekam dalam Surah Ibrahim ayat 37 adalah adanya kecintaan dan rasa kasih sayang orang lain pada anak cucunya. Tentu rasa cinta itu timbul karena salah satunya adalah sikap berbagi yang telah diajarkan Nabi Ibrahim.

Berbagai kepada orang lain, menghapus rasa lapar orang lain di saat kita punya sesuatu yang lebih, jika kita melakukannya dengan tulus, akan menimbulkan rasa cinta dan keakraban. Jika di mata manusia kita dicintai, bagaimana Allah sampai tidak mengepakkan sayap cinta-Nya kepada kita? Wallau A’lam
logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar