Saya tahu kapasitas saya saat ini. Guru adalah profesi yang nantinya saya emban. Saat ini saya memang belum menjadi guru. Tapi, gambaran tentang seorang guru harus saya pikirkan mulai sekarang. Terutama di hadapan anak didik. Kepada mereka, bekal apa yang musti saya sampaikan biar apa yang saya ajarkan nanti mudah dicerna mereka.
Saya memang belum punya pengalaman menjadi seorang guru. Tapi, saya punya kapasitas lebih sebagai guru. Saya tak hendak menyombongkan diri, tapi melihat guru-guru saya di masa sekolah, rasanya apa yang saya terima dari mereka biasa-biasa saja. Maksudnya, segala yang diajarkan oleh guru saya adalah materi baku yang sudah tertera dalam buku pelajaran. Tak ada pencerahan dari pengetahuan di luar konteks buku pelajaran. Dan itu, menurut saya, menandakan bahwa guru-guru saya sebelumnya minat bacanya masih terhitung rendah.
Ini sekedar penilaian sekaligus pemompa semangat bahwa saya tidak boleh berhenti untuk belajar, sekalipun nantinya saya menjadi guru. Dan guru, dengan demikian, adalah profesi yang melecut saya untuk selalu terus belajar. Saya harus dituntut untuk memahami pelajaran yang akan saya sampaikan di hadapan murid-murid. Untuk itu, satu-satunya cara saya musti mempelajari lagi pelajaran itu dengan tekun.
Ya, ini sudah menjadi ketentuan seorang guru. Lantas bagaimana dengan metode pengajaran saya? Bagaimana menghadapi murid-murid itu? Bagaimana memahamkan pelajaran yang sedang saya sampaikan? Sederet pertanyaan ini selalu mengusik saya. Ya, saya masih perlu belajar. Saya musti banyak membaca dari pengalaman-pengalaman orang lain. Masih butuh proses panjang untuk menjadi guru yang benar-benar pendidik sejati.
Barangkali tak mudah menjadi guru sekaligus pendidik yang sejati. Seorang guru harus menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya. Di samping kapasitas intelektual yang musti dimiliki seorang guru, budi pekerti yang baik juga tak boleh diabaikan. Membaca berita-berita tentang kenakalan remaja sekolah sekarang ini selalu membuatku miris. Budi pekerti apa yang telah ditanamkan oleh guru mereka saat di sekolah?
Peran guru adalah salah satu kunci suksesnya dunia pendidikan. Guru harus bisa mencerdaskan anak didiknya. Selain itu guru harus memiliki empati tinggi terhadap anak-anak yang punya pontensi besar tapi tak bisa melanjutkan sekolah. Maka guru harus memiliki perhatian yang lebih terhadap anak-anak yang kurang beruntung itu. Di sinilah pengabdian seorang guru menjadi penting bagaimana yang tak mampu itu bisa mencicipi pendidikan.
Pendidikan memang seperti udara. Tiap-tiap orang berhak menghirupnya. Dan guru adalah sosok yang memikul tanggung jawab untuk mencerdaskan anak didiknya. Inilah yang terus berdengung dalam pikiran saya: menjadi pendidik yang tulus mengabdi, memotivasi, mencerdaskan dan menanamkan budi pekerti mulia pada anak-anak didik saya, nanti.
Kampoengku, 020520111049
Tidak ada komentar:
Posting Komentar