Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Kamis, 18 Mei 2017

Menyoal Pahala Bacaan Alquran untuk Mayit

Dalam masyarakat kita, ada tradisi membaca Alquran yang pahalanya  dihadiahkan kepada orang yang meninggal. Misalnya, membaca surah Yasin atau tahlil yang di dalamnya terdapat bacaan Alquran. Pertanyaannya apakah pahala membaca Alquran itu sampai kepada mayit?

Dalam mazhab Syafi’i ada dua pendapat mengenai terkirimnya pahala bacaan Alquran kepada mayit.
Pendapat pertama yang masyhur mengatakan bahwa pahala bacaan Alquran tidak sampai kepada mayit. Hal ini dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam al-Adzkar dan al-Minhaj Syarh Shahih Musim,

وَأَمَّا قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ فَالْمَشْهُوْرُ مِنْ مَذْهَبِ الشَّافِعِي أَنَّهُ لَا يَصِلُ ثَوَابُهَا إِلَى الْمَيِّتِ

"Adapun bacaan Alquran menurut pendapat masyhur dari madzhab Syafi’i pahalanya tidak sampai pada mayit.”

Namun demikian, pendapat masyhur ini tidak mutlak. Karena dalam kitab-kitab madzhab syafi’i diterangkan sebaliknya, bahwa pahala bacaan Alquran terkirim ke mayit, dengan kondisi dan hal-hal tertentu. Inilah pendapat yang kedua.

Hal ini bisa kita pahami dari perkataan Imam Syafi’i dalam Kitab al-Umm,

وَأُحِبُّ لَوْ قُرِئَ عِنْدَ الْقَبْرِ وَدُعِيَ لِلْمَيِّتِ

“Aku menyukai jika dibacakan Alquran di samping kubur dan dibacakan doa untuk mayit.”

Imam Nawawi dalam Kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab juga menjelaskan,

نَصَّ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ وَاتَّفَقَ عَلَيْهِ اْلأَصْحَابُ قَالُوْا وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُقْرَأَ عِنْدَهُ شَيْئٌ مِنَ الْقُرْآنِ وَإِنْ خَتَمُوْا الْقُرْآنَ كَانَ أَفْضَلُ

“Imam Syafi’i menyatakan dan disepakati oleh ulama madzhabnya bahwa mereka berkata, ‘Disunahkan agar dibacakan sesuatu dari Alquran di sisi kuburnya, dan apabila mereka mengkhatamkan Alquran di sisinya maka itu lebih utama.’”

Kemudian, penjelasan lebih detail terdapat dalam kitab Fath al-Wahab, Hasyiyatu al-Jumal, dan Hasyiyatul Bujairami,

أَمَّا الْقِرَاءَةُ فَقَالَ النَّوَوِيُّ فِي شَرْحِ مُسْلِمٍ : الْمَشْهُورُ مِنْ مَذْهَبِ الشَّافِعِيِّ أَنَّهُ لَا يَصِلُ ثَوَابُهَا إلَى الْمَيِّتِ وَقَالَ بَعْضُ أَصْحَابِنَا : يَصِلُ وَذَهَبَ جَمَاعَاتٌ مِنْ الْعُلَمَاءِ إلَى أَنَّهُ يَصِلُ إلَيْهِ ثَوَابُ جَمِيعِ الْعِبَادَاتِ مِنْ صَلَاةٍ وَصَوْمٍ وَقِرَاءَةٍ وَغَيْرِهَا ، وَمَا قَالَهُ مِنْ مَشْهُورِ الْمَذْهَبِ مَحْمُولٌ عَلَى مَا إذَا قَرَأَ لَا بِحَضْرَةِ الْمَيِّتِ وَلَمْ يَنْوِ ثَوَابَ قِرَاءَتِهِ لَهُ ، أَوْ نَوَاهُ وَلَمْ يَدْعُ بَلْ قَالَ السُّبْكِيُّ : الَّذِي دَلَّ عَلَيْهِ الْخَبَرُ بِالِاسْتِنْبَاطِ أَنَّ بَعْضَ الْقُرْآنِ إذَا قُصِدَ بِهِ نَفْعُ الْمَيِّتِ نَفَعَهُ وَبَيَّنَ ذَلِكَ وَقَدْ ذَكَرْتُهُ فِي شَرْحِ الرَّوْضِ

“Adapun bacaan Alquran, Imam Nawawi dalam Syarh Muslim berkata, ‘Pendapat masyhur dari madzhab Syafi’i adalah bahwa pahala bacaan Alquran tidak sampai kepada mayit. Sedangkan sebagian ashab kami menyatakan sampai (pahalanya), dan kelompok-kelompok ulama berpendapat bahwa sampainya pahala semua ibadah kepada mayit, seperti shalat, puasa, bacaan Alquran dsb. Dan apa yang dikatakan sebagai pendapat masyhur di atas pengertian apabila pembacaannya tidak di hadapan mayit, tidak meniatkan pahala bacaannya untuk mayit, atau meniatkannya, dan tidak mendoakannya. Bahkan Imam as-Subuki berkata, “Yang menunjukkan atas hal tersebut (sampainya pahala bacaan Alquran) adalah hadis berdasarkan istinbath bahwa sebagian Alquran apabila ditujukkan dengan bacaannya maka akan bermanfaat bagi mayit. Dan di antara yang demikian telah aku jelaskan dalam Syarah al-Raudhah.”

Sehubungan dengan manfaat bacaan Alquran untuk mayit, maka dijelaskan dalam Hasyiyat al-Jumal,

وَالتَّحْقِيقُ أَنَّ الْقِرَاءَةَ تَنْفَعُ الْمَيِّتَ بِشَرْطٍ وَاحِدٍ مِنْ ثَلَاثَةِ أُمُورٍ إمَّا حُضُورُهُ عِنْدَهُ أَوْ قَصْدُهُ لَهُ ، وَلَوْ مَعَ بُعْدٍ أَوْ دُعَاؤُهُ لَهُ ، وَلَوْ مَعَ بُعْدٍ أَيْضًا

“Secara tahqiq bahwa bacaan Alquran memberikan manfaat bagi mayit degan memenuhi salah satu syarat dari tiga syarat yakni apabila dibacakan di hadapan (di sisi) orang mati, atau apabila diqashadkan (diniatkan/ditujukan) untuk orang mati walaupun jaraknya jauh, atau mendoakan bacaannya untuk orang mati walaupun jaraknya jauh juga.”

Selain itu bebarapa syarat lain yang dipenuhi agar pahala bacaan Alquran sampai kepada mayit. Hal ini bisa dipahami dari Hasyiyat al-Bujairami,

(قَوْلُهُ : أَمَّا الْقِرَاءَةُ ) قَالَ م ر: يَصِلُ ثَوَابُ الْقِرَاءَةِ لِلْمَيِّتِ إذَا وُجِدَ وَاحِدٌ مِنْ ثَلَاثَةِ أُمُورٍ الْقِرَاءَةُ عِنْدَ قَبْرِهِ وَالدُّعَاءُ لَهُ عَقِبَهَا وَنِيَّتُهُ حُصُولُ الثَّوَابِ لَهُ

“Adapun pembacaan Alquran, Imam Ramli berkata, pahala bacaan Alquran sampai kepada mayit apabila telah ada salah satu dari tiga hal, membaca di samping kuburnya, mendoakan untuknya mengiringi pembacaan Alquran, dan meniatkan pahalanya sampai kepada orang mati.”

Untuk itu, Imam Nawawi dalam I’anah al-Thalibin menjelaskan bagaimana cara mendoakan mayit dengan meniatkan pahala bacaan Alqurannya,

فَالْاِخْتِيَارُ أَنْ يَقُوْلَ الْقَارِئُ بَعْدَ فِرَاغِهِ: اَللَّهُمَّ أَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْتُهُ إِلَى فُلَانٍ.

“Dan yang dipilih (qaul mukhtar) hendaklah seseorang setelah membaca Alquran berdoa, ‘Ya Allah, sampaikan kepada fulan pahala apa yang telah aku baca.’”

Lalu, bagaimana pahala bacaan Alquran untuk mayit apabila dikaitkan dengan ayat 39 surah an-Najm,

وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. an-Najm: 39)

Secara zahir ayat ini menjelaskan bahwa seseorang tidak memperoleh pahala kecuali dari apa yang diupayakan oleh dirinya sendiri. Karena itu, berdasarkan ayat ini dapat dikatakan bahwa bacaan Alquran yang dihadiahkan kepada mayit tidak dapat sampai karena bukan termasuk amal perbuatannya dan tidak pula dari hasil upayanya.

Dalam beberapa kitab fiqih mazhab syafi’i dikatakan bahwa ayat tersebut adalah ‘am. Ayat tersebut ditakhsis dengan beberapa hadis yang menjelaskan tentang doa dan sedekah yang pahalanya dihadiahkan buat mayit. Di antaranya,

إٍذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: مِنْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ، أَوْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ مِنْ بَعْدِهِ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ (رواه مسلم عن أبي هريرة)

“Apabila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu anak saleh yang mendoakannya, atau sedekah jariyah sesudah kepergiannya atau ilmu yang bermanfaat.” (HR. Muslim)

Berkaitan dengan ayat tersebut dalam Nail al-Authar Imam al-Syaukani menjelaskan,

إنَّ لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَجْعَلَ ثَوَابَ عَمَلِهِ لِغَيْرِهِ صَلَاةً كَانَ أَوْ صَوْمًا أَوْ حَجًّا أَوْ صَدَقَةً أَوْ قِرَاءَةَ قُرْآنٍ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ مِنْ جَمِيعِ أَنْوَاعِ الْبِرِّ ، وَيَصِلُ ذَلِكَ إلَى الْمَيِّتِ وَيَنْفَعُهُ عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ انْتَهَى وَالْمَشْهُورُ مِنْ مَذْهَبِ الشَّافِعِيِّ وَجَمَاعَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ أَنَّهُ لَا يَصِلُ إلَى الْمَيِّتِ ثَوَابُ قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَذَهَبَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ وَجَمَاعَةٌ مِنْ الْعُلَمَاءِ وَجَمَاعَةٌ مِنْ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ إلَى أَنَّهُ يَصِلُ ، كَذَا ذَكَرَهُ النَّوَوِيُّ فِي الْأَذْكَارِ وَفِي شَرْحِ الْمِنْهَاجِ لِابْنِ النَّحْوِيِّ : لَا يَصِلُ إلَى الْمَيِّتِ عِنْدَنَا ثَوَابُ الْقِرَاءَةِ عَلَى الْمَشْهُورِ ، وَالْمُخْتَارُ الْوُصُولُ إذَا سَأَلَ اللَّهَ إيصَالَ ثَوَابِ قِرَاءَتِهِ ،

“Sesungguhnya bagi seseorang bisa menjadikan pahala amal perbuatannya untuk orang lain, seperti shalat, puasa, haji, sedekah, bacaan Alquran dan lain sebagainya, termasuk juga semua jenis amal kebaikan. Semua pahala amal kebaikan itu sampai kepada mayit dan memberikan manfaat kepadanya. Demikian menurut ahlus sunah wal jamaah. Sementara menurut qaul masyhur dari madzhab Syafi’i dan sebagian ashahbnya, pahala bacaan Alquran tidak terkirim kepada mayit. Menurut Imam Ahmad bin Hanbal, mayoritas ulama, dan mayoritas ulama madzhab Syafi’i, bahwa pahala bacaan Alquran terkirim kepada mayit. Demikian pula Imam Nawawi menjelaskannya dalam Al-Adzkar dan Syarah al-Minhaj li Ibni An-Nahwi bahwa menurut qaul masyhur pahala bacaan Alquran tidak sampai kepada mayit. Sedangkan menurut qaul mukhtar, pahala bacaan Alquran itu sampai kepada mayit apabila orang yang membacanya memohon kepada Allah agar pahala bacaannya sampai kepada mayit.”

Wallahu a’lam

Nur Alamsyah

logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar