Media Kajian Islam, Hukum, dan Hikmah

Selasa, 27 Maret 2012

Pendidikan Bertoilet

Ada banyak cara belajar untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap kebersihan. Salah satunya melalui toilet. Toilet pun menjadi cerminan budaya kebersihan kita sehari-hari.

Sering saya menjumpai kondisi toilet yang tak karu-karuan. Bau pesing, kondisi yang jorok dan kotor, kadang menyurutkan langkah saya untuk menggunakan toilet itu. Ketidaknyamanan itu diperparah apabila saya menjumpai tulisan
an-nadzafatu min al-iman, sedang kondisi di sekitarnya tidak mencerminkan kandungan pesan itu

Saat di Mesir, saya sering menjumpai toilet-toilet yang tak sehat. Kecuali toilet di masjid-masjid besar, yang kondisinya lumayan bersih, tiap kali saya mau kencing saya hampir menahan diri untuk tidak masuk ke toilet umum. Kondisinya yang jorok telah mengurungkan niat saya untuk menggunakan toilet tersebut. Orang Mesir memang agak jorok dan kurang peduli pada kebersihan. Maka tak mengherankan jika saya sering menjumpai kondisi toilet yang jorok dengan semerbak bau pesing. Jadi, toilet pun menjadi gambaran budaya kebersihan mereka sehari-hari.

Di Indonesia pun kadang saya menjumpai sejumlah toilet umum yang keadaannya tidak menyehatkan. Jangankan toilet umum, toilet-toilet di masjid pun, yang seharusnya menjadi pengamalan iman yang terwujud dalam kebersihan lingkungan, terkadang tampak kotor dan tidak sehat. Juga toilet-toilet di sekolah, di kampus, yang tampaknya tak jauh berbeda dengan kondisi tersebut. Padahal lembaga pendidikan itu seharusnya memantulkan pendidikan kebersihan yang mencakup segala aspek kehidupan, termasuk kesadaran bersih saat bertoilet.

Nah, dari sinilah seharusnya kita berusaha menanamkan bertoilet yang baik. Salah satunya adalah mengubah kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan saat di toilet. Kesadaran bertoilet juga perlu digugah kembali dengan mengajak anak didik kita di sekolah untuk lebih peduli pada kebersihan toilet. Memberikan pelatihan adab bertoilet yang bermuara pada pentingnya anak-anak belajar mengurus kesehatannya sendiri dan belajar peduli pada kesehatan orang lain.

Walhasil, pendidikan bertoilet sejak dini pun akan memantik kesadaran anak didik kita agar bertanggungjawab pada kebersihan sehingga tercipta lingkungan yang sehat. Prakarsa bertoilet yang bersih diharapkan menciptakan perilaku beradab bagi pengguna toilet. Cara bertoilet itu sesungguhnya menunjukkan karakter, martabat, dan bagaimana seseorang dididik waktu kecil.[]

Lebo, 27 Maret 2012

logoblog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar