terlambatkah? ah, tidak! tak ada kata terlambat bagiku. urusan membaca adalah keniscayaan. membaca tidak mengenal kata terlambat, meskipun novel ini, yang bertahun-tahun amat masyhur jadi perbincangan hangat di dunia sastra arab, kini telah berusia enam puluh tiga tahun.jadi, terlambatkan aku? mungkin iya, tapi tidak, ah! bagaimana, ya, setelah sekian tahun tinggal di mesir, lah, kok bisa-bisanya aku tidak tahu kalau ada novel sebagus ini. meskipun aku belum selesai membaca semuanya, tapi membaca ulasan tentang novel ini, rupanya membuatku tertarik untuk melahapnya sampai habis. nah, bermula dari zuqâq al-midâq ini, semoga lebih menggiatkanku untuk membaca seterusnya karya-karya naguib mahfouz yang lain.
sebelumnya, aku sudah membaca awlâd hâratinâ, novel kontroversial itu, juga karya naguib mahfouz. tapi belum sepenuhnya khatam, masih sampai pada tokoh qasim. itupun membacanya sudah berbulan-bulan. sulitnya kata-kata yang kutemui dalam novel itu, kadang membuatku pusing. karena selain membacanya berulang-ulang supaya paham, terpaksa sedikit-sedikit aku membuka kamus untuk mencari arti kata itu sehingga terkadang amat menyita waktu. nah, jika aku keseringan menemui banyak kata yang sukar, maka inilah yang acap membuatku malas untuk melanjutkan membaca.
memang, aku sendiri agak kaget, ketika pertama kali iseng-iseng membaca karya naguib mahfouz. pilihan kata-katanya terlalu banyak yang susah aku pahami. ini berbeda jika aku membaca karya thaha husain atau novel azazil (2008), karya yusuf ziedan, yang aku sudah khatam membacanya. karena itulah, aku sangat tertantang sekali, meskipun membacanya amat menyita waktu.
mudah-mudahan setelah mengawali zuqâq al-midâq ini aku bisa memahami pesan yang disampaikan oleh si pengarang. karena bagiku, amat membanggakan jika aku bisa membaca dan memahami novel karya kelas nobel ini. karena saat penyerahan hadiah nobel, disana disebutkan bahwa zuqâq al-midâq termasuk salah satu karya yang turut andil menghantarkan naguib mahfouz meraih nobel.
novel ini juga turut melambungkan nama naguib mahfouz setelah hampir dari dua dekade berkarya tanpa ada kritikus sastra yang melirik karyanya. lebih dari itu, setelah aku menghatamkan zuqâq al-midâq, aku ingin mengulas isinya, itung-itung latihan menulis apresiasi tentang karya sastra berikut pesan yang terkandung di dalamnya.
jadi, tunggu saja setelah aku selesai membacanya...[]
kattamea, 27 juli 2010
naguib mahfouz itu siapa ya kak? hehee...kuper kali' saya iniii.. :D
BalasHapusbukan kuper kali..ia novelis mesir peraih nobel th 1988. nobel sastra pertama kali dari dunia arab.
BalasHapus:D hahaaaa.... hihihiiiii.... tahun 88 mah saya baru lahir.. :D
BalasHapusaku pun baru baru berumur 5 th..;)
BalasHapus